Isu Strategis

Isu Strategis Terkoreksi Khusus Untuk Kesetaraan Gender berdasarkan KLHS   dalam RPJMD Kab. Soppeng Tahun 2016-2021

Isu KeberlanjutanIsu Strategi
Deskripsi
  • Partisipasi perempuan  dilembaga pemerintahan dalam menduduki jabatan strategis masih rendah karena masih adanya pemahaman bahwa laki-laki lebih mampu disbanding perempuan
  • Adanya kasus KDRT  yang terjadi dimasyarakat karena masih adanya yang belum memahami dampak daripada kekerasan dalam rumah tangga
  • Meskipun sudah ada perda tentang PUG namun masih dibutuhkan penguatan kelembagaan PUG dalam mewujudkan kesetaraan gender dalam segala lini.
  • Terjadinya kekerasan ataupun kejahatan ditengah masayarakat yang banyak merugikan perempuan dan anak diakibatkan tingginya pengaruh media.
Target dan IndikatorYang menjadi indikator kinerja untuk Pelaksanaan PUG ini adalah:

  • Meningkatkan Partisipasi perempuan di lembaga pemerintahan, dimana capaian sampai saat ini adalah 11,61% dan target untuk periode akhir RPJMD 2021 adalah 12,50 %
  • Partisipasi perempuan di lembaga swasta, dimana capaian sampai saat ini adalah 88,61% dan target yang akan dicapai pada tahun 2021 adalah  93,00%.
  • Partisipasi angkatan kerja perempuan, dimana capaian sampai saat ini 50.14 %  dan target yang akan dicapai tahun 2021 adalah 57%.
  • Persentase SKPD yang merapkan PPRG belum mencapai 100%, dimana sampai saat ini SKPD yang menerapkan PPRG  mencapai 31,50% dan target untuk tahun 2021 adalah 100% SKPD sudah mengimplementasikan PPRG dalam proses perencanaan penganggaran.
  • Ratio KDRT   belum mencapai target RPJMD 0.00 %dimana  masih terjadi kekerasan 0.0034%.
Isu-Isu penting yang terkait 

  • Persentase perempuan dilembaga pemerintah masih rendah
  • Kasus KDRT yang semakin tinggi
  • Lemahnya kelembagaan dan jaringan pengarusutamaan gender dan anak
  • Tingginya pengaruh media terhadap pembentukan kepribadian anak
Data dan analisis yang diperlukan untuk tahap berikutnyaData yang diperlukan untuk analisis tahap berikutnya adalah jumlah pekerja perempuan di lembaga pemerintah yang menduduki jabatan strategis dan swasta, SKPD yang menerapkan PPRG, tenaga perencana sudah mengikuti workshop PPRG, Jumlah partisipasi angkatan kerja perempuan, jumlah kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga, jumlah kekearsan yang terjadi pada anak.
Pemangku KepentinganPemangku kepentingan adalah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Isu Strategis Terkoreksi Khusus Untuk Kesetaraan Gender berdasarkan  SDGS   dalam RPJMD Kab. Soppeng Tahun 2016-2021

Tema Pembangunan BerkelanjutanDeskripsi IsuLokasi
Mencapai Kesetaraan gender dan  memberdayakan kaum perempuanMengakhiri segala bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan dimanapunKabupaten Soppeng
Menghapuskan segala bentuk kekerasan  terhadap kaum perempuan diruang public dan pribadi, termasuk perdagangan orang dan eksploitasi  seksual, serta berbagai jenis ekploitasi lainnyaKabupaten Soppeng
Menghapuskan semua praktik berbahaya, seperti perkawinan usia anak,  perkawinan paksa serta sunat perempuanKabupaten Soppeng
Menjamin partisipasi penuh dan efektif, dan kesempatan  yang sama bagi perempuan untuk  memimpin disemua  tingkat pengambilans keputusan dalam kehidupan  politik, ekonomi, dan masyarakat.Kabupaten Soppeng
Menjamin akses universal  terhadap kesehatan  seksual dan  reproduksi, dan hak reproduksi seperti yang telah disepakatisesuai dengan programme of action of the international conference on population and development and the Beijing platform serta dokumen – dokumen hasil review dari konferensi –konferensi tersebutKabupaten Soppeng
Menghentikan perlakukan kejam, ekploitasi, perdagangan dan segala bentuk  kekerasan dan penyiksaan terhadap anak.Kabupaten Soppeng
Menjamin pengambilan keputusan  yang responsive. Inklusif, partisipatif dan representative di setiap tingkatanKabupaten Soppeng

 

Penentuan Isu-isu Strategis

Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) mengartikan isu sebagai masalah yang dikedepankan (untuk ditanggapi dan sebagainya). Isu yang sedang berkembang berasal dari substansi dan implikasinya berkaitan dengan tema yang sedang terjadi, sedang dalam proses, sedang hangat dibicarakan di masyarakat, atau  diperkirakan muncul dalam waktu dekat. Penentuan isu strategis sangat penting dalam penyusunan rencana strategis, olehnya itu dalam menentukan isu perlu mempertimbangkan beberapa kriteria   berikut :

  1. Terjadi/akan terjadi. Isu yang terjadi adalah isu yang sedang terjadi atau sedang dalam proses, sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat. Sedangkan isu yang akan terjadi adalah isu yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat;
  2. Kekhalayakan. Isu strategis  mempunyai nilai kekhalayakan adalah isu yang secara langsung menyangkut orang banyak/pelanggan dan bukan hanya untuk kepentingan seseorang tertentu saja;
  3. Problematik. Isu yang dirumuskan hendaknya memiliki nilai problematik adalah isu yang menyimpang dari harapan, standar, ketentutan yang menimbulkan kegelisahan yang perlu segera dicari penyebab dan pemecahannya, dan 4) Kelayakan. Kelayakan adalah isu yang logis, pantas, realistis, dan dapat dibahas sesuai dengan tugas, hak, wewenang, dan tanggung jawab.

Dari Deskripsi isu berdasarkan RTRW dan KLHS tersebut di atas maka yang  berdampak pada Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak yaitu :

  1. Penguatan Kelembagaan PUG
  2. Rendahnya keterlibatan perempuan untuk menduduki jabatan strategis  seperti eselon II dilembaga pemerintahan, jabatan public dan politik.
  3. Penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak

Komentar ditutup.

Back to top button